Bakti PUPR Bangun Daya Saing Bangsa





BAKTI PUPR BANGUN DAYA SAING BANGSA


TAHUN ini, 17 Agustus 2017, 72 tahun negeri ini, Indonesia, merdeka. Di tahun ini pula, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) genap 72 tahun mengabdi untuk negara. Sejarah mencatat banyak torehan peristiwa dan capaian yang sudah dilalui warga PUPR. Dari ikut berjuang membela negara di awal kemerdekaan, yang mana salah satunya berpuncak pada peristiwa 3 desember, saat 7 orang sapta taruna gugur mempertahankan Gedung Sate, hingga pembangunan berbagai infrastruktur hingga kini.
Dengan itu, pada edisi kali ini, KIPRAH hadir khusus untuk menengok lintasan sejarah panjang pengabdian PUPR untuk negeri. Dibuka dengan pembahasan terkait awal mula berdirinya Kementerian PU yang sempat berulang kali berganti nama dan struktur organisasi, hingga kini, di era Pemerintahan Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Kementerian Pekerjaan Umum dengan Kementerian Perumahan Rakyat bergabung menjadi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Untuk mengenang dan mendekatkan pembaca, KIPRAH mengulas terkait profil setiap Menteri PU yang telah menjabat, dari era awal kemerdekaan yaitu Abikoesno Tjokrosoejoso hingga era Kabinet Kerja, dimana Basuki Hadimuljono menjabat sebagai Menteri PUPR.
Bukan hanya pengulasan profil, KIPRAH pun turut menghadirkan beberapa sejarah proyek-proyek besar yang telah berhasil dibangun dan menjadi salah satu dari sekian banyak pencapaian di bidang infrastruktur pada masanya. Ulasan ini dihadirkan setelah pengulasan profil Menteri terkait proyek tersebut.
Hadir pula wawancara eksklusif KIPRAH dengan empat tokoh penting terkait kinerja dan harapannya untuk pemerintahan kali ini. Keempat tokoh tersebut, ialah Danang Parikesit, Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) - Ketua dan Pendiri Yayasan Nusa Patris Infrastruktur “Pekerjaan 90 Persen Bagus, Tinggal Tunggu Manfaatnya”, M. Yamin Jinca, Profesor Ilmu Transportasi Universitas Hassanudin (Unhas) “Ada Yang Luar Biasa Dari Dampak Pembangunan Infrastruktur”, Muhammad Arsyad Thaha, Ketua Himpunan Ahli Hidrolika Indonesia (HATHI) “Ruh SDA di Mulut Smart Campus”, serta Firdaus Ali, Ketua Umum Rembuk Nasional 2017 ‘‘Sulit Menyerang Jokowi Dari Kinerja’’ yang telah mengulas bagaimana proses dan perjuangan yang dilakukan akan pelaksanaan Rembuk Nasional 2017 yang telah berhasil dilaksanakan di 16 Universitas di 14 Provinsi seluruh Indonesia selama kurun waktu satu bulan enam hari dengan 12 topik pembahasan. Terpilihnya 16 Universitas ini, karena pertimbangan bahwa masing-masing Universitas memiliki pemikiran kritis konstruktif untuk masing-masing bidang. Dimana hasil dari Rembuk Nasional 2017 ini dilaporkan langsung kepada Presiden Joko Widodo dan dituangkan dalam 12 buku sesuai dengan masing-masing topik pembahasan.
Simak pula bagaimana sepenggal cerita Mantan Menteri PU selama menjabat serta harapannya untuk Pemerintah era Kabinet Kerja ini. Terselip opini tentang perjalanan pembangunan Bendungan Jati Luhur dulu hingga kini yang dikemas dalam sebuah Komik yang sar at makna. Kementerian PU terus mengabdi untuk pembangunan dan kemajuan negara pada bidang infrastruktur, dulu, kini dan nanti. Salam infrastruktur!.