Geliat Infrastruktur Berbasis Gender





Infrastruktur Responsif Gender


Dalam Kiprah  edisi kali ini mengangkat berbagai informasi terkait infrastruktur ramah gender. Mengapa isu ini diangkat? Hal ini terkait dengan peringatan hari Kartini pada bulan April sekaligus ingin mengedepankan bahwa infrastruktur dibangun untuk semua kelompok masyarakat. Sebelumnya perlulah diperjelas bahwa kata gender, bukan sekedar perbedaan jenis kelamin seperti anggapan sebagian besar masyarakat. Gender yang dimaksud di sini adalah semua kelompok masyarakat, seperti wanita, pria, anak, lansia dan mereka yang berkebutuhan khusus.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sendiri dalam renstra tahun 2015-2019 telah menjadikan isu kesetaraan gender ini untuk diintegrasikan menjadi dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan nasional yang memperhatikan kualitas hidup, pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan laki-laki dan perempuan (orang lanjut usia, anak-anak, orang-orang dengan kebiasaan berbeda/disable, serta orang-orang tidak mampu secara ekonomi).

Penerapannya bisa dilihat seperti di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembiayaan Perumahan, menyediakan bantuan pembiayaan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dimana baik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), petani maupun buruh dapat miliki rumah dengan fasilitas yang mumpuni, harga terjangkau dan kemudahan dalam fasilitas pembiayaan.

Untuk melengkapi itu, Ditjen Penyediaan Perumahanpun turut andil untuk membangun hunian yang dapat mencakup semua kalangan baik lansia maupun disabilitas, seperti Rusunawa Yayasan Karya Bhakti Ria yang dibangun di Cibubur, Jakarta Timur, yang khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas/lansia, termasuk didalamnya disediakan pula fasilitas aksesibilitas semisal toilet, ramp, dapur serta lift. Sementara untuk memenuhi kebutuhan semua kelompok masyarakat akan air, sepanjang tahun 2016 sendiri, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) telah menuntaskan pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan air baku sebanyak 6,5 meter kubik/detik, 53 ribu hektare pembangunan jaringan irigasi baru, serta 387 pembangunan embung penampung air.

Ditjen Bina Marga tercatat sejak 1999 telah melakukan penyusunan panduan fasilitas dan aksesibilitas jalan kota, khusus desain bangunan pelengkap jalan untuk penyandang disabilitas/pemakai kursi roda dan tuna netra. Demikian juga dengan unit eselon 1 lainnya di lingkungan Kementerian PUPR. Tidak ketinggalan dalam memperhatikan karyawannya, Kementerian PUPR sendiri menyediakan tempat pengasuhan anak, ruang khusus menyusui, toilet serta berbagai fasilitas khusus peyandang disabilitas.

Selain laporan utama tersebut, simak juga rubrik selingan yang mengangkat upaya Pemprov DKI Jakarta yang merubah lokasi yang sebelumnya terkenal dengan tempat lokalisasi menjadi taman nan cantik yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat, yaitu Taman Kalijodo.

Dalam rubrik jelajah, Kiprah kali ini lakukan perjalanan di Kampung Glintung yang berada di Kota Malang, di mana dikampung ini ditanami tanaman dan biopori yang telah mengubah kampung yang dulunya kumuh menjadi asri, bebas banjir dan bahkan berkelas dunia. Hal menarik lainnya adalah Kota Gorontalo, dimana di kota ini sedang dilakukan proses pembangunan GORR (Gorontalo Outer Ring Road) yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas mendukung perekonomian pada tiga wilayah di provinsi.

Dalam rubrik wacana, ikuti pembahasan bagaimana peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mendukung pelayanan dan operasional Kementerian PUPR itu sendiri. Selanjutnya ada juga artikel tentang bagaimana langkah pemerintah untuk sosialisasikan UU Jasa Konstruksi yang bukan hanya berorientasi pada urusan bidang PUPR saja, melainkan mencakup penyelenggaraan kostruksi di Indonesia secara utuh.

Tidak ketinggalan sosok artis muda pemeran utama dalam film Kartini, Diandra Paramita Sastrowardoyo atau yang dikenal dengan Dian Sastro turut andil dalam mewarnai KIPRAH edisi kali ini dalam rubrik jendela.

Mari bersama kita wujudkan infrastruktur ramah gender untuk semua. Selamat membaca. Salam Redaksi.