Menyambut Mudik Lebaran





Jalur Mudik 2016

Setiap tahunnya Hari Raya Idul Fitri di negeri ini diramaikan dengan tradisi khas, mudik. Fenomena mudik ini merupakan tradisi bagi warga perantauan di kotakota besar untuk silaturahmi bersama sanak saudara di kampung halaman. Sedemikian masif dan besarnya pergerakan arus manusia ini sehingga kota-kota besar, umpamanya Jakarta akan terasa aneh karena terasa lengang.

Kondisi lengang di kota-kota besar bukan berarti sebagian besar kendaraan menghilang, namun banyak dari mereka yang berbondong-bondong menuju kampung halaman. Alhasil jalan-jalan menuju desa menjadi padat, seperti yang bisa kita saksikan setiap tahunnya di jalur-jalur utama di Jawa dan Sumatera, seperti Jalur Pantura. Memang tidak dapat dipungkiri, bahwa hingga saat ini pergerakan manusia antar kota dan kota-desa di Indonesia sebagian besar masih bertumpu pada jalan darat.

Mengingat pentingnya event tahunan mudik ini, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Laporan Utama KIPRAH kali ini menyoroti tentang kesiapan dan pemantapan jalur utama mudik Lebaran di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sendiri juga langsung menginstruksikan kepada para Pejabat Eselon 1 dan 2 Kementerian PUPR untuk melakukan pemantauan kegiatan di sepanjang ruas jalan yang akan dilalui para pemudik. Hal ini dilakukan karena Kementerian PUPR berkomitmen terhadap pelayanan dan kenyamanan mudik melewati infrastruktur jalan.

Catatan penting dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono adalah sejumlah pekerjaan jalan untuk kebutuhan arus mudik Lebaran akan dihentikan pada tujuh hari sebelum Idul Fitri atau H-7 Lebaran. Dari hasil pemantauan di lapangan dapat disimpulkan bahwa dukungan infrastruktur jalan pada umumnya sudah cukup baik dengan berbagai perbaikan dan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu bentuk peningkatan tersebut adalah diresmikan ruas tol baru yaitu ruas Tol Pejagan-Brebes Timur dan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IV serta dioperasionalisasikannya sementara selama mudik, yaitu Tol Bawen-Salatiga dan Tol Solo-Kertosono sebagai bagian dari proyek Tol Trans Jawa. Jalan Tol Trans Jawa sendiri ditargetkan Kementerian PUPR akan bisa menyambung penuh di tahun 2018 mendatang.

Dari sisi manajemen, pemudik juga akan dimudahkan dengan adanya sistem layanan pintu tol terintegrasi, sehingga para pengguna tol tidak perlu direpotkan dengan keharusan membayar tol berkali-kali.

Di luar laporan utama, Kiprah mengangkat beberapa topik ringan yang menarik, seperti obyek wisata Cadi Plaosan, dukungan infrastruktur untuk pengembangan pariwisata, dan program Kota Pusaka. Dari daerah, Kiprah juga menampilkan berita tentang rencana pengembangan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah di Makassar dan Palembang, Rencana pembangunan Bendungan di NTT dan serta aktualisasi mengenai perda bangunan gedung dari salah satu ujung utara Indonesia, yaitu Kabupaten Anambas.

Akhir kata, segenap tim redaksi Majalah Kiprah mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakannya dan Selamat libur Lebaran. Semoga artikel-artikel yang kami sajikan bisa menjadi bahan pilihan untuk sumber informasi bagi perjalanan mudik ke kampung halaman. Minal aidzin wal fa ‘idzin, mohon maaf lahir dan batin.