Setahun Kiprah Kementerian PUPR





Jejak Langkah Setahun Lalu

Tidak terasa kini sudah tiba di penghujung tahun 2015. Setahun sudah perjalanan yang ditempuh Kementerian PUPR dalam mengemban tugasnya menyediakan infrastruktur untuk rakyat. Hasilnya bisa kita lihat dalam catatan perjalanan Kementerian PUPR selama tahun 2015 ini. Beberapa prestasi yang diraih antara lain masuk dalam Top 99 dalam Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, pemenang pertama kategori Lembaga Publik yang Inspirasional pada acara The 4th Indonesia Public Realtion Award and Summit (IPRAS) 2015 yang digelar Serikat Perusahaan Pers, penghargaan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) atas kinerja dan komitmen dalam pengembangan dan implementasi E-Procurement pada kategori Kepemimpinan Dalam Transformasi Pengadaan secara Elektronika, dan beberapa penghargaan lainnya.

Di sisi lain, seiring dengan program Nawacita yang diusung oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, dimana infrastruktur menjadi salah satu fokus utama, Kementerian PUPR di awal tahun 2015 mendapat tambahan amanat berupa dana tambahan APBNP 31,9 triliun. Hal ini menjadikan Kementerian PUPR menjadi kementerian dengan anggaran terbesar, dengan total jumlah anggaran menjadi 116,8 triliun. Amanat besar itu, tidak disia-siakan, namun dilaksanakan dengan penuh kesungguhan oleh Kementerian PUPR.

Kesungguhan itu dibuktikan dengan Instruksi Menteri Basuki Hadimuljono No:3/IN/M/2015 tgl, 27 Juli 2015 yang berisi delapan (8) butir perintah. Inti utamanya adalah menginstruksikan jajaran eselon dua dan tiga, bekerja 24 jam sehari. “Mereka kerja dua shift,” jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Hal ini dilakukan demi mengejar target yang sudah ditetapkan.

Kerja keras jajaran PUPR tersebut membuahkan hasil nyata. Laporan dari The Global Competitiveness Report 2015-2016 yang dirilis forum ekonomi dunia, menyebutkan bahwa daya saing infrastruktur Indonesia berada pada peringkat 62, naik 10 peringkat dari tahun sebelumnya.

Contoh nyatanya adalah, ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sukses diresmikan Presiden Jokowi, 13 Juni 2015. Tol sepanjang 116,7 km ini, merupakan ruas tol terpanjang di Indonesia. Adanya tambahan ruas Tol Cipali ini mereduksi secara signifikan kemacetan yang biasanya selalu hadir pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Proyek lain juga sukses dirampungkan adalah Jembatan Soekarno di Manado yang diresmikan 28 Mei 2015, Tol Kertosono – Mojokerto Seksi 1, Fly Over Jamin Ginting di Medan. Lalu Bendungan Jatigede yang dibangun sejak 50 tahun silam, sukses digenangi per 31 Agustus 2015. Waduk lainnya yang mulai beroperasi adalah Bendungan Jatibarang di Semarang dan Waduk Pandanduri di NTB.

Selain itu Kementerian PUPR juga mencanangkan program 100-0-100 yang berarti 100% pelayanan air bersih, 0% permukiman kumuh dan 100% sanitasi sebagai target ke depannya. Kementerian PUPR juga bersinergi dengan para stake holder terkait berupaya menyukseskan program 1 juta rumah, dengan data terakhir per Oktober 2015 telah mencapai lebih dari 568 ribu unit. Untuk kawasan beranda terdepan NKRI, Kementerian PUPR telah melakukan beberapa hal. Diantaranya adalah mencanangkan pembangunan jalan akses perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara bisa tembus akhir 2015 ini dengan kondisi perkerasan, ground breaking Jembatan Holtekamp di Papua, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Berbagai catatan tersebut tentu membanggakan, namun tidak boleh membuat kita terlena. Ke depannya masih banyak amanat yang harus dijaga oleh jajaran Kementerian PUPR dalam mengawal program Nawacita dalam tugasnya menyediakan infrastruktur untuk negeri.