Peran Indonesia Dalam Mengelola Urbanisasi Berkelanjutan





Pembangunan Perkotaan Yang Berkelanjutan

         PERADABAN dunia berkembang cepat. Wajah dunia pun kini menjadi urban. Tantangan pembangunan yang dihadapi semakin kompleks diantaranya permukiman, ketersediaan air bersih, pasokan energi, lapangan pekerjaan dan permasalahan lain. Yang menjadi pertanyaannya siapkah dunia menghadapi proses urbanisasi berkelanjutan ini?

Hal tersebut yang akan diangkat menjadi agenda Konferensi Habitat III di Quito, Ekuador, Oktober 2016 mendatang. Menuju agenda besar dunia itu, maka diadakan berbagai pertemuan pendahuluan, diantaranya Preparatory Committee (Prepcom) 3 bulan Juli 2016 di Surabaya dan saat ini diadakan Asia Pacific Urban Forum (APUF) pada 19-21 Oktober 2015 juga di Surabaya dengan tema Sustainable Urban Development in Asia-Pacific yang akan dilanjut dengan Asia Pacific High Level Regional Meeting for Habitat III pada 21-23 Oktober 2015. Terkait pelaksanaan APUF tersebut maka Majalah Kiprah edisi 69 kali ini mengangkat tema Menuju Habitat III dengan tambahan khusus laporan utama dalam dua versi bahasa, Indonesia dan Inggris.

Penyelenggaraan APUF 2015 merupakan penyelenggaraan APUF yang ke 6. Ada yang berbeda dari penyelenggaraan APUF tahun ini. Hal tersebut adalah pelibatan generasi muda perkotaan sebagai bagian dari pemangku kepentingan. Ini dibuktikan dengan pelaksanaan Asia Pacific Urban Forum for Youth (APUF-Y) pada 18 Oktober 2015.

Indonesia sendiri, dalam kaitannya dengan isu Habitat, mencanangkan target universal akses atau dikenal dengan istilah 100-0-100 pada tahun 2019. Ini berarti diharapkan 100% penduduk terlayani akses air bersih, 0% jumlah kawasan permukiman kumuh dan 100% cakupan sanitasi layak.

Masih dalam kaitannya dengan isu Habitat, dibahas juga mengenai kegiatan Water, Sanitation and Cities (WSC) Forum and Exhibition 2015, Indonesia International Water Week 2015, National Urban Forum 2015 dan Urban Motion 2015. Selain itu Kiprah juga mengangkat kisah inspiratif pengelolaan kota di Indonesia yaitu: Bandung, Surabaya dan Bogor. Majalah Kiprah Edisi Khusus ini juga membawa kisah lainnya seputar pembangunan Infrastruktur untuk negeri. Pada rubrik jelajah, ada cerita mengenai Sail Tomini 2015 dan Kota-kota Pusaka di Indonesia serta pelaksanaan Hari Perumahan Nasional pada rubrik aktualita. Untuk laporan khusus sendiri, Kiprah mengangkat tema tentang pengelolaan perbatasan pada laporan khusus.

Harapan kami, semua artikel yang disajikan dapat menggugah kesadaran kita untuk mulai memikirkan dan melaksanakan agenda pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Mari bersama-sama kita wujudkan pembangunan perkotaan berkelanjutan.