Mudik Lebaran 2015: Infrastruktur Siap!





Kesiapan Infrastruktur Jalan Untuk Mudik Lebaran

        Tak terasa Lebaran sudah di depan mata. Tradisi mudik Lebaran merupakan tradisi tahunan dalam rangka pulang kampung, terutama oleh para pendatang yang tinggal di kota-kota besar ke tempat asal mereka. Fenomena mudik Lebaran adalah tradisi khas Indonesia yang memiliki ragam cerita menarik. Dan satu hal yang tak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini pergerakan manusia antarkota ataupun kota-desa tersebut masih 90% bertumpu pada jaringan jalan. Sehingga selama mudik Lebaran, jaringan jalan yang ada menjadi andalan bagi pemudik untuk melakukan pergerakan.

Rubrik Laporan Utama KIPRAH menyoroti tentang kesiapan dan pemantapan jalur utama mudik Lebaran. Menyadari pentingnya pelayanan dan kenyamanan mudik melewati infrastruktur jalan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menginstruksikan kepada para Staf Ahli Menteri dan Pejabat Eselon 2 Kementerian PUPR untuk melakukan pemantauan kegiatan di sepanjang ruas jalan yang akan dilalui para pemudik. Kegiatan pemantauan itulah yang dapat disimak dalam edisi KIPRAH kali ini, mulai dari jalur mudik di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali.

Catatan penting dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono adalah pada H-30 hingga H+10 Idul Fitri kali ini, pekerjaan utama di badan jalan akan dihentikan dengan kondisi jalan dalam keadaan baik. Pekerjaan itu akan diteruskan kembali setelah hari raya. “Pekerjaan yang tidak signifikan mengganggu arus lalu lintas pada beberapa ruas tetap berjalan sampai H-10,” kata Basuki. Dari hasil pemantauan di lapangan dapat disimpulkan bahwa dukungan infrastruktur jalan pada umumnya sudah cukup baik dengan berbagai perbaikan dan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Satu hal yang berbeda dalam Jalur Lebaran kali ini adalah mulai beroperasinya Jalan Tol Cikopo Palimanan (Cipali) yang dapat digunakan sejak 13 Juni 2015. Dibukanya ruas Jalan Tol Cikampek – Palimanan disambut antusias oleh pengguna jalan karena lebih hemat waktu dan biaya operasional.

Tak hanya kesiapan prasarana jalan menghadapi arus mudik Lebaran saja, namun dalam Laporan Khusus edisi kali ini KIPRAH juga menyoroti kegiatan kolokium yang diselenggarakan oleh pusat-pusat di Balitbang Kementerian PUPR. Selain itu, kami juga menampilkan infrastruktur yang siap dan akan digunakan untuk masyarakat, diantaranya adalah Waduk Jatibarang di Semarang dan Jembatan Soekarno di Manado. Dalam rubrik selingan, kami juga menginspirasi pembaca tentang Laerdal, yakni terowongan terpanjang di dunia yang terletak di Norwegia.

Akhirnya, segenap tim redaksi Majalah KIPRAH mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakannya dan Selamat libur Lebaran. Semoga artikel yang kami sajikan dapat bermanfaat mengisi waktu mudik di kampung halaman maupun dalam perjalanan. Mohon maaf lahir dan batin.