Menuju Kedaulatan Pangan





 Pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama dalam pemerintahan Joko Widodo dan jusuf Kalla untuk mendorong geliat ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang menjadi prioritas adalah infrastruktur untuk kedaulatan pangan. Sehingga, dalam lima tahun ke depan pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kedaulatan pangan melalui pembangunan infrastruktur bendungan dan irigasi. Itulah latar belakang mengapa KIPRAH mengangkat tema “Kedaulatan Pangan” dalam tm_magazine 66 ini.

Artikel-artikel di Laporan Utama mengulas tentang rencana pemerintah dalam periode 2014-2019 yang akan membangun 65 bendungan tersebar di seluruh negeri untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Selain bendungan, pemerintah juga membangun irigasi dan merehabilitasi jaringan irigasi yang rusak. Perbaikan irigasi juga menjadi hal yang dilakukan pemerintah dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan. Terlebih mengingat kondisi saat ini, dimana luas jaringan irigasi yang rusak mencapai 3,3 juta ha atau hampir 52% dari total luas saluran irigasi di Indonesia, yakni seluas 7,6 juta ha.

Direncanakan di tahun 2015 Kementerian PUPR akan membangun 13 bendungan baru, dimana lima waduk telah dilelang pada tahun 2014 lalu dan kini tinggal dimulai pembangunannya. Bendungan tersebut yakni Krueng Kreto (Aceh), Karian (Banten), Logung (Jateng), raknamo (nTT), dan Lolak (Sulut). Pada tahun 2015 ini juga akan ada enam waduk lagi yang segera dilelang, yaitu Bintang Bano (nTB), Telaga Waja (Bali), rotikold (nTT), Tanjung Mila (nTB), Passaloreng (Sulsel), dan Tapin (Kalsel). Menyusul pula dua waduk tambahan yang juga segera diwujudkan, yakni Waduk Ciawi dan Sukamahi di Bogor, Jawa Barat.

Dalam membangun bendungan itu, bukannya tanpa kendala. Pembebasan lahan yang akan berdampak pada masalah sosial tetap menjadi tantangan utama sebagaimana yang terjadi pada bendungan-bendungan yang dibangun sebelumnya.

Adapun Laporan Khusus KIPrAH pada tm_magazine ini menyoroti tentang krisis air bersih termasuk negara Indonesia yang berlimpah air. Dalam sepuluh tahun ke depan, krisis air dan pangan diprediksi akan semakin besar dan semakin nyata dibanding risiko yang lain. Hal ini sejalan dengan kemampuan adaptasi terhadap perubahan iklim. Diperkirakan Indonesia pun akan menghadapi persoalan serius dalam hal ketersediaan krisis air bersih pada tahun 2025 mendatang. oleh karena itu, topik krisis air ini kami anggap penting untuk diulas secara mendalam di Laporan Khusus tm_magazine kali ini.

KIPRAH Volume 66 juga menyajikan artikel-artikel ringan yang menarik seperti 10 Waduk Indah di Indonesia, hasil Lomba Foto “Keselamatan Jalan dan Jembatan”, Menjaga Alam Ala Piaynemo, Bicara yang Menginspirasi, Djoko Kresno: Swamp thing ala Waduk Pluit, dan lainnya. Semoga apa yang kami sajikan dalam tm_magazine kali ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca semuanya.