Kerja.. Kerja... Kerja...





  ???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Wajah baru Kementerian PU-Pera

PEMERINTAHAN baru Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah menetapkan struktur kabinet dibawahnya dan salah satu salah satu di antaranya adalah penggabungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perumahan Rakyat (Pera) menjadi Kementerian PU-PERA dibawah kepemimpinan Menteri Basuki Hadimuljono. Menteri PU-Pera langsung menjalankan tugasnya usai serah terima jabatan dari Menteri PU (Djoko Kirmanto) dan Menteri Pera (Djan Faridz) Kabinet Indonesia Bersatu II pada 27 Oktober 2014 lalu.

Laporan utama Kiprah tm_magazine 65 ini mengangkat tentang perubahan yang terjadi di Kementerian PU-Pera akibat penggabungan dua kementerian dan fungsi penataan ruang yang harus berpindah ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Perubahan struktur organisasi kiranya bukan hanya sekarang saja dirasakan oleh Kementerian PU-Pera karena sebelumnya pernah pula berganti menjadi Departemen Kimbangwil, Kementerian Negara PU dan Departemen Kimpraswil. Kiranya perubahan tersebut disikapi secara optimis sehingga Menteri PU-Pera Basuki pun bertekad akan bekerja keras dan lebih baik dari sebelumnya untuk meneruskan cita-cita pendahulunya. Menteri PU-Pera Basuki bersepakat dengan bergabungnya PU dan Pera, tidak ada satu pun yang merasa lebih, sehingga semua merasa nyaman bergabung.

Dalam laporan utama Kiprah tm_magazine kali ini mengupas tentang semangat baru membangun negeri paska perubahan kepemimpinan dan organisasi, sekaligus pula memperkenalkan sosok Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono. Kabinet kerja dengan semboyan yang diusung “Kerja, kerja, kerja” juga langsung dilakukan Menteri PU-Pera Basuki melalui blusukan dari Pantura hingga ke Jambi. Selain itu laporan utama juga akan membahas mengenai percepatan infrastruktur yang harus dibangun dan proyek-proyek pada kabinet sebelumnya yang harus terselesaikan.

Laporan Khusus kali ini mengangkat tentang Hari Tata Ruang 2014 yang mengangkat tema ‘Penataan ruang yang partisipatif dan berkeadilan. Beberapa kegiatan telah dilakukan berkaitan dengan Hari Tata Ruang 2014 untuk bertukar pengalaman, ide-ide yang inovatif dan memperluas jejaring sosial untuk tatanan kehidupan yang lebih baik. Selain laporan khusus, kami juga mengangkat daerah-daerah yang selama ini belum banyak di-expose seperti Sangihe dan potret pembangunan di pulau kecil Banggai Kepulauan, di samping liputan khas yakni Gunung Omah kenduri khas Merapi.

Semoga Kiprah tm_magazine 65 ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman mengenai perubahan organisasi dan program ke depan Kementerian PU-Pera. Kerja, kerja, kerja, sebagai semboyan bersama, harus disikapi secara serius dan semoga hasil kerja keras tersebut dapat diapresiasi masyarakat secara baik dan di tahun mendatang Kementerian PU terus berkarya untuk kesejahteraan masyarakat sesuai dengan mottonya yakni Bekerja Keras, Bergerak Cepat dan Bertindak Tepat.