Air : Bekerjasama atau Berkonflik





 

Kiprah tm_magazine 54 kali ini mengangkat tagline Sumber Daya Air : Berkonflik atau Bekerjasama. Tak berlebihan jika tagline itu diangkat mengingat bahwa walaupun Indonesia adalah negara berlimpah air namun ketersediaannya tidak merata dan seringkali terjadi konflik dalam mendapatkan air bersih untuk menjaga kelangsungan hidup sehari-hari. Terlebih dalam kondisi dunia yang kini tengah mengalami krisis terutama menyangkut air, maka bukan tidak mungkin air bersih semakin sulit untuk didapat dengan mudah dan murah. Air telah menjadi komoditas bisnis yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Semakin tipis persediaan, semakin mahal harganya.

Menarik apa yang dikatakan oleh Setyo S Moersidik, pakar ilmu lingkungan dari Universitas Indonesia, bahwa menipisnya pasokan air bersih itu sematamata bukan hanya faktor alam, namun perilaku manusia turut andil dalam penurunan kualitas air. Pemanfaatan dan pengelolaan air yang tidak dibarengi dengan tindakan bijaksana pasti akan mengakibatkan kerusakan sumber daya air. Setyo mengibaratkan bahwa pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia mengalami paradoks, antara kelimpahan sumberdaya alam dan kekayaan bangsa, dengan tantangan bencana besar yang harus dikelola.

Kiprah tm_magazine kali ini akan mengupas bagaimana kita harus bekerjasama dalam mengelola potensi sumber daya air yang sangat melimpah di Indonesia. Sinergi semakin dibutuhkan antarpemerintahan maupun instansi terkait lainnya, sehingga sudah seharusnya hal tersebut terus dikembangkan untuk mengentaskan persoalan penyediaan air bersih.

Meski negeri ini berlimpah air, namun tidak luput dari masalah ketahanan air nasional (national water security). Artikel “Memanfaatkan Potensi, Mewujudkan Ketahanan Air” layak disimak untuk mengetahui sejauhmana ketahanan air yang dimiliki Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara dengan potensi air terbesar ke-5 di dunia, seharusnya dapat menjadi basis ketahanan air, pangan dan energi dunia. Selain ketahanan air, bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah di tanah air seperti Ibu Kota Jakarta, Lebak (Banten), Bandung (Jawa Barat), Solo (Jawa Tengah), Bangkalan (Madura), Musi Banyuasin (Sumatra Selatan), hingga Barito Utara (Kalimantan Tengah), juga dibahas dalam Kiprah kali ini utuk memberikan wawasan pada kita bahwa ke depan kita terus menghadapi tantangan bencana yang segera harus dikelola dengan baik.

Untuk Laporan Khusus, kami mencoba mengangkat tema Pro Kontra Jalan Tol Dalam Kota yang kiranya dapat membuka wawasan tentang pembangunan jalan tol dalam kota dari berbagai perspektif. Semoga apa yang kami sajikan dalam Kiprah 54 ini, dapat bermanfaat dan akhirnya kami ucapkan Selamat Hari Air Dunia 22 Maret 2013.