Menuju Indonesia Connectivity





 

Konektivitas Indonesia, merupakan tema yang diangkat dalam KIPRAH tm_magazine 49 ini. Pemilihan tema itu dilatarbelakangi pemikiran bahwa hingga saat ini di beberapa tempat terutama di Kawasan Timur Indonesia masih ada daerah-daerah yang belum terkoneksi dengan jaringan transportasi. Untuk itu, peran pemerintah, pada khususnya, menjadi sangat dominan dalam mencapai konektivitas Indonesia tersebut.

Salah satu alasan dikeluarkannya MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yakni agar konektivitas antarwilayah di Indonesia dapat segera terwujud. Pemerintah harus menjadi mesin penggerak konektivitas antarwilayah yang diwujudkan melalui sistem yang terintegrasi antara logistik nasional, sistem transportasi nasional, pengembangan wilayah, serta sistem komunikasi dan informasi.

Dalam KTT ke-20 ASEAN di Phnom Penh beberapa waktu lalu, Wapres Budiono mengisyarakatkan agar konektivitas di dalam negeri menjadi hal utama untuk dibenahi. Konektivitas Indonesia sebagai satu kesatuan harus menjadi prioritas dan pelaksanaannya merujuk pada MP3EI. Untuk mewujudkan konektivitas Indonesia, pemerintah fokus untuk mengembangkan kawasan timur Indonesia (KTI) melalui implementasi MP3EI.

Tak hanya KTI, dalam MP3EI terdapat enam koridor ekonomi, yakni Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara serta Papua dan Kepulauan Maluku. Keenam koridor itu dibahas secara rinci pada Laporan Utama KIPRAH tm_magazine kali ini.

Konektivitas juga sangat erat kaitannya dengan infastruktur bidang Pekerjaan Umum (PU). Menjadi tugas Kementerian PU untuk mendorong konektivitas melalui pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang berperan penting dalam menghubungkan antara pusat-pusat kegiatan nasional, wilayah dan kawasan strategis nasional. Namun yang terpenting, seperti yang dikatakan Staf Khusus Kementerian PU, Danang Parikesit, bahwa pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan antarwilayah akan mendorong lahirnya aktivitas ekonomi sekunder dan tersier.

Terlepas dari kritikan terhadap MP3EI, bagaimanapun konektivitas Indonesia harus dapat diwujudkan. Bahkan pemerintah, seperti diutarakan Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, optimistis keterhubungan antarwilayah Indonesia atau konektivitas Indonesia (Indonesia connectivity) terwujud pada 2025. Saat itu, seluruh wilayah Nusantara terhubung melalui jalan lintas provinsi, tol, jembatan, jalur kereta api (KA), penyeberangan, pelayaran, dan jalur penerbangan. Mari kita dukung.