Jalan Panjang Membangun Infrastruktur Menuju Kebangkitan Negeri





 

Jalan Panjang Membangun Infrastruktur Menuju Kebangkitan Negeri, tema yang diangkat Kiprah kali ini menarik untuk disimak, karena infrastruktur adalah sarana vital dalam mencapai kemakmuran negeri. Sadar akan hal itu, pemerintah melalui MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi) tahun 2011-2025 berupaya untuk mempercepat dan memperluas infrastruktur yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan strategi utama pengembangan koridor ekonomi, perkuatan konektivitas nasional, serta percepatan kemampuan SDM dan iptek nasional.

Infrastruktur PU sebagai salah satu infrastruktur terpenting dalam pembangunan negeri ini merupakan sektor yang sangat diharapkan dapat mendorong roda perekonomian. Beberapa proyek infrastruktur PU sudah ground breaking di tahun 2011 dan sudah mulai membangun, antara lain Jalan Timika–Potowaiburu–Enarotali?Nabire, Jalan Merauke–Waropko, Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Bendungan Titab Buleleng Bali, dan Bendung Pandanduri, Lombok Timur, NTB dan lainnya. Ke depan, masih banyak proyek infrastruktur bidang ke-PU-an yang akan ground breaking dan terus dibangun.

Meski kendala birokrasi, payung peraturan, aturan investasi, hambatan dalam proses tender, pembebasan lahan masih sering dikeluhkan investor atau stakeholder yang terlibat dalam pembangunan, namun hal itu harus dicari jalan keluarnya. Beberapa upaya pemerintah untuk itu adalah dengan mempercepat penyusunan dan penetapan Rencana Tata Ruang Kawasan dan Daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, debottlenecking regulasi pengaturan, dan penyelesaian peraturan perundang-undangan pembebasan lahan untuk kepentingan umum. Dalam hal pembiayaan proyek infrastruktur, pemerintah juga telah berupaya mencari terobosan baru, baik dengan membentuk lembaga pembiayaan ataupun menggenjot infrastruktur melalui Kerjasama Pemerintah dengan pihak Swasta (KPS).

Membangun infrastruktur negeri juga melibatkan sektor lain di luar pekerjaan umum. Sebut saja pengembangan pelabuhan, kereta api, kawasan industri, pembangkit listrik, perluasan bandar udara, industri pertambangan dan lainnya. Infrastruktur Indonesia sebagai salah satu pilar daya saing berada pada peringkat 82 dari 139 negara, sedangkan kualitas infrastrukturnya sendiri secara keseluruhan berada pada posisi 90. Agar dapat bangkit dari peringkat bawah tersebut, kiranya perlu komitmen semua stakeholder untuk mewujudkannya.

Pembangunan infrastruktur PU akan selalu dibutuhkan dan tidak pernah habis. Walaupun jalan panjang harus ditempuh, namun yang terpenting adalah bagaimana infrastruktur yang sudah dibangun dapat bermanfaat besar bagi kemakmuran rakyat dengan berlandaskan kebijakan yang projob, progrowth, propoor serta progreen.