Kesiapan Infrastruktur PU : Upaya lancarkan Arus Mudik





Jalan, Tak Hanya Dibangun dan Dipelihara  Menjelang Lebaran

Jalan raya hingga saat ini masih menjadi andalan bagi pergerakan orang dan barang ke berbagai pelosok negeri di wilayah Nusantara. Volume penggunaannya bahkan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tak hanya dalam hal jumlah, peningkatan pun dirasakan dalam hal beban kendaraan, khususnya angkutan barang. Upaya efisiensi dalam angkutan barang telah mendorong digunakannya kendaraan besar yang tentu saja mempunyai daya angkut yang lebih besar. Dalam hal pertumbuhan ekonomi tentu saja menggembirakan, namun bagi Kementerian PU dan jajarannya, hal ini harus diwaspadai.

Beban jalan yang terus meningkat, baik dalam hal volume dan berat per satuan kendaraan, menuntut tingginya kualitas jalan yang harus disediakan dan perlunya pemeliharaan secara berkelanjutan agar layanan dari infrastruktur tersebut tetap efektif. Tak heran jika kemudian kita sering menyaksikan di berbagai ruas jalan adanya upaya peningkatan kapasitas jalan melalui pembangunan jalan baru dan pelebaran jalan, serta upaya mempertahankan tingkat layanan jalan melalui kegiatan overlay (pelapisan ulang) dan upaya preservasi lainnya.

Upaya-upaya yang disebut di atas tampaknya sudah menjadi ‘prosesi’ tahunan yang harus dijalani jajaran PU untuk terus meningkatkan layanan kepada para pengguna jalan sepanjang tahun, di berbagai kesempatan, termasuk Lebaran tahun ini tentunya. Akan tetapi, kita semua perlu memahami bahwa berbagai upaya PU bukanlah semata-mata dilakukan untuk menghadapi ‘hajatan besar’, seperti pada saat lebaran, akhir tahun, dan liburan anak sekolah dimana volume kendaraan antarkota meningkat sangat tajam. Pembangunan infrastruktur PU, termasuk di antaranya jalan, dilaksanakan setiap tahunnya dengan target-target sebagaimana yang sudah ditentukan dalam Rencana Strategis Kementerian.

Jadi, pembangunan infrastruktur PU bukan dilakukan hanya untuk  kepentingan sesaat, atau hanya menjelang Lebaran dan peristiwa penting lainnya, serta bukan juga hanya ditujukan ke Pulau Jawa, yang selalu ‘hiruk-pikuk’ menjelang dan setelah Idul Fitri. Kebijakan yang diambil menjelang Lebaran justru adalah menghentikan pekerjaan pembangunan dan perbaikan jalan pada H-10 dan +10.

Kalau toh ada peningkatan aktivitas para pekerja menjelang H-10 tersebut, haruslah dilihat sebagai upaya ekstra agar kondisi jalan yang sedang dibangun atau dipelihara bisa berfungsi sementara dengan baik, agar bahan bangunan dan peralatan yang untuk sementara diistirahatkan tidak mengganggu perjalanan para pemudik, dan agar kelancaran lalu lintas pada saat volumenya cukup ‘ekstrem’ tersebut tetap terjamin. Dengan cara pandang seperti ini, kekhawatiran sementara kalangan terhadap belum siapnya jalan pada suatu saat, dimana Lebaran terjadi di awal tahun, mestinya menjadi tidak beralasan.