Rumah Tahan Gempa untuk Lombok

Jelang ulang tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-73, pada 5 Agustus 2018 silam, gempa bumi dahsyat yang melanda Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, titik gempa berada di 18 kilometer (km) barat laut Kabupaten Lombok Timur pada kedalaman 15 km. Guncangan yang mencapai 7,0 Skala Richter (SR) turut merobohkan ribuan bangunan dan memicu tsunami kecil.

Gempa ini, disebut sebagai gempa utama dari aktivitas Sesar Naik Flores yang dimulai sejak 29 Juli 2018, di mana turut mengguncang permukaan bumi dengan magnitudo 6.4 SR. Gempa kali ini menjadi gempa kesekian yang terjadi di Pulau Lombok sejak akhir abad ke-19.

Pada saat gempa 6,4 SR terjadi tanggal 29 Juli 2018, Satker Tanggap Darurat Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memobilisasi bantuan seperti mobil tangki air, mobil tinja, hidran umum, wc portable, tenda hunian darurat, genset, tong sampah dan kantong plastik ke lokasi bencana di Kabupaten Lombok Timur, terutama di Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Sembalun yang terkena dampak paling parah saat itu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pengiriman bantuan terus dilanjutkan pasca gempa 7 SR, dimana Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah paling parah mengalami kerusakan. Alat berat sangat dibutuhkan untuk melakukan pembersihan dan evakuasi korban dari reruntuhan rumah atau bangunan.

 “Untuk alat berat, kita kerahkan dari proyek terdekat yang sedang berlangsung, seperti dari proyek bendungan, baik yang dimiliki Balai Kementerian PUPR maupun kontraktor BUMN dan swasta disana,” katanya. Sejumlah alat berat sudah disebar ke beberapa titik, yakni Posko PUPR di Kecamatan Tanjung sebanyak 3 escavator, 2 doser, dan 8 dump truck, di KM 28 tersedia 1 Loader, 1 Tailer, dan 1 Mobil Crane, KM 38, KM 46 dan KM 63 masing-masing satu escavator untuk membersihkan longsoran/batu di badan jalan.

umlah alat berat akan ditambah karena akan ada 2 escavator yang akan ditempatkan di Posko PUPR Tanjung. Sehingga total alat berat yang siap dimobilisasi sebanyak 8 ekskavator, 2 dozer, 8 dump truk, 1 Loader, 1 trailer, dan 1 mobil crane. Sehari setelah gempa besar terjadi, Menteri Basuki mengunjungi lokasi bencana. Saat itu, dia mengatakan....

 

Selengkapnya pada KIPRAH Vol 102/Tahun XIX/Edisi Desember 2019 ''Cepat Tanggap Darurat Bencana''