Geliat Pembangunan di Bumi Pasundan

Jawa Barat dikenal sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak dan terpadat di Indonesia. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, total penduduk di Bumi Pasudan ini mencapai 48,68 juta jiwa. Tersebar di 18 kabupaten dan 9 kota. 

Angka penduduk yang begitu besar memungkinkan perlunya dukungan infrastruktur yang memadai. Dalam kaitan itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun pelbagai infrastruktur di sejumlah daerah agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Barat.

Beragam proyek infrastruktur yang dibangun di wilayah yang saat ini dipimpin oleh Ridwan Kamil tersebut. Salah satunya bendungan. Untuk mendukung Jawa Barat sebagai salah satu provinsi lumbung pangan nasional, Kementerian PUPR membangun lima bendungan yaitu Bendungan Ciawi (Cipayung), Sukamahi, Kuningan, Leuwikeris dan Cipanas. Termasuk juga Bendung D.I Leuwigoong dan rehabilitasi Saluran Tarum Barat.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan bendungan akan meningkatkan kapasitas tampungan air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke sawah terjaga.

Infrastruktur lainnya yang turut dibangun yaitu jalan tol. Beberapa ruasnya antara lain Tol Cinere–Jagorawi, Ciawi–Sukabumi, Depok–Antasari, Bogor Ring Road, Soreang–Pasir Koja, Cimanggis–Cibitung, Cileunyi–Sumedang–Dawuan, Cibitung–Cilincing, Bekasi–Cawang–Kp. Melayu (Becakayu). Meningkatnya konektivitas dengan kehadiran jalan tol diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, khususnya bagian selatan yang selama ini tertinggal dibandingkan utara.

Salah satu ruas tol yang cukup panjang yang akan dibangun yakni Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya sepanjang 184 km. Jalur lainnya yakni tol dengan rute wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, hingga Bandung, Jawa Barat (Bogor-Bandung) pada 2020. Begitu juga rute tol Cileunyi-Garut- Tasikmalaya atau Cigatas. Kementerian PUPR mengestimasi pembangunan jalan dengan harapan bisa dimulai tahun depan.

Infrastruktur di Tanah Pasundan juga mencakup bidang Cipta Karya. Beberapa yang dibangun antara
lain Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatigede, SPAM Regional Jatiluhur, SPAM Regional Metropolitan Bandung Raya, TPA Rawa Nambo, dan lainnya. 

SPAM Metropolitan Bandung Raya Selatan misalnya, memiliki kapasitas aliran air sebesar 700 liter/ detik. Menurut perkiraan, akan memasok kebutuhan air bersih bagi 140 ribu warga Bandung. Sebanyak
16.000 Sambungan Rumah (SR) atau sekitar 80 ribu jiwa di Kota Bandung dan melayani 12.000 SR atau sekitar 60 ribu jiwa di Kabupaten Bandung.

Sektor Perumahan Rakyat menjadi sasaran lain yang dikerjakan Kementerian PUPR. Salah satunya menyediakan rumah layak huni bagi kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mahasiswa, santri, dosen hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri.

Selain rusun, hunian rakyat yang dibangun berupa rumah khusus (Rusus) dan rumah swadaya yang berdiri di sejumlah daerah di Jawa Barat. Adapun hunian itu antara lain Rusun LIPI Cibinong, Rusun Stikes Tasikmalaya, Rusun MBR Rancalili, rumah nelayan Pangandaran, dan banyak lainnya.

Selanjutnya, yaitu sektor Padat Karya. Implementasi dari program Padat Karya Tunai (PKT) ini berupa Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di 169 lokasi yang berada di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Salah satunya di Desa Kersanegara, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya.