Olah Sampah Plastik Terpadu

Tingginya volume sampah di berbagai kawasan perkotaan di Indonesia menjadi tantangan terhadap pelestarian lingkungan. Persoalan ini memang tidak mudah diatasi tanpa solusi terpadu yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat. 

Masalah ini coba ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan berupaya meningkatkan layanan pengelolaan sampah di Indonesia. Dalam kurun 2015-2018, Kementerian PUPR telah membangun tempat pengolahan sampah yang memberi
manfaat bagi 9,8 juta orang. Tahun ini, pembangunan infrastruktur persampahan dapat melayani kebutuhan 416.680 kepala keluarga. Dengan demikian, total penanganan sampah
hingga saat ini sudah melayani hingga 10,2 juta keluarga.

Sistem pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan hingga pendaurulangan. Pembangunan infrastruktur pengolahan
sampah skala kawasan ini dinilai efektif untuk volume sampah yang tidak terlalu besar. “Dengan begitu, pengurangan sampah dapat dilakukan mulai dari sumbernya. Karena itu, dukungan pemerintah kabupaten dan kota juga diperlukan, terutama dalam penyediaan lahan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Direktur Pengembangan PLP Ditjen Cipta Karya, Dodi Krispratmadi mengatakan pembangunan TPSS tersebut bertujuan untuk meningkatkan akses sanitasi layak termasuk persampahan bagi masyarakat. TPSS tersebut dihibahkan oleh Kementerian PUPR dan selanjutnya untuk operasionalnya dilakukan oleh Pemkot Depok. Menurutnya penyediaan sarana ini merupakan upaya konkrit untuk mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat dalam melihat sampah sebagai sumber daya.